Kapan Harus Ke Dokter Saat Alami Fraktur Tulang?

Kapan-Harus-Ke-Dokter-Saat-Alami-Fraktur-Tulang
Foto dari Canva

Mungkin Anda sering mendengar atau pernah mengalami kondisi patah tulang akibat cedera atau kecelakaan. Ya, mengenal fraktur perlu Anda ketahui guna mengetahui kiat mencegah fraktur tulang sejak awal. Fraktu tulang merupakan kondisi tulang mengalami patah, retak atau pecah yang disebabkan oleh berbagai hal seperti cedera, terjatuh atau kecelakaan lalu lintas. Tentu Anda harus segera melakukan pengobatan ke dokter untuk mengembalikan posisi tulang menjadi seperti semula.

Tanda atau Gejala Fraktur Tulang yang Harus Segera Mendapatkan Penanganan

Fraktur tulang bisa terjadi pada siapa saja baik anak-anak hingga lansia pun. Pada kasus lansia yang alami fraktur, biasanya penyebab utama adalah faktor degeneratif usia yang memicu pengeroposan tulang. Lansia yang berumur di atas 50 tahun lebih rentan mengalami risiko osteoporosis bila tidak rajin melakukan olahraga, konsumsi makanan kaya vitamin D dan kalsium dan menerapkan pola hidup sehat. Mengenal fraktur tulang pada lansia juga harus diketahui agar Anda bisa mencegah risiko fraktur tulang mulai sekarang, ya!

Berikut gejala awal mengalami fraktur tulang yang perlu pengobatan langsung ke dokter ortopedi yaitu :

1. Nyeri dan bengkak

Bila Anda merasakan nyeri pada bagian tulang yang mengalami fraktur diikuti pembengkakan, jangan tunda melakukan pemeriksaan ke dokter segera mungkin.

2. Alami deformitas

Merupakan kondisi perubahan bentuk yang tampak jelas terjadi di bagian yang mengalami fraktur tulang.

3. Kemerahan atau memar

Bila bagian tulang yang alami kecelakaan atau cedera tampak kemerahan, memar dan terasa hangat saat Anda sentuh, maka dipastikan Anda mengalami fraktur tulang yang perlu perawatan lanjutan.

4. Mati rasa

Kesemutan atau tidak ada rasa pada bagian tubuh yang mengalami fraktur juga perlu diwaspadai.

5. Tidak bisa menggerakkan bagian yang terluka

Fraktur tulang memiliki kondisi yang berbeda tergantung dengan tingkat keparahan kecelakaan atau cedera yang terjadi. Pada kasus tertentu, Anda mungkin tidak bisa menggerakkan bagian yang mengalami fraktur sehingga harus segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui jenis fraktur yang terjadi.

6. Fraktur terbuka yang menyebabkan infeksi

Gejala yang sangat serius terjadi pada kondisi fraktur tulang terbuka sehingga memicu terjadinya infeksi karena kuman atau bakteri. Perawatan darurat harus segera dilakukan bila seseorang mengalami fraktur terbuka atau patah tulang yang terlihat menembus permukaan kulit pasien.

Meskipun demikian, kondisi fraktur lain seperti fraktur tertutup yang memiliki gejala rasa sakit, tidak bisa bergerak, kemerahan, nyeri, dan lain-lain harus segera dilakukan perawatan. Mungkin Anda membutuhkan metode pengobatan seperti pemasangan gips, operasi atau pembedahan hingga melakukan terapi di klinik fisioterapis yang profesional.

Selain mengetahui gejala atau tanda alami fraktur tulang di atas, pastikan Anda mengikuti saran dokter selama menjalani pemulihan. Konsultasikan mengenai metode pemulihan yang aman, melakukan istirahat sementara waktu untuk atlet yang alami cedera, tidak mengangkat beban berat, dan konsumsi makanan yang baik untuk proses pembentukan tulang baru.

Jenis makanan yang baik untuk penderita fraktur tulang yaitu ikan laut salmon dan tuna, daging sapi, telur, produk susu, sayuran hijau, buah yang kaya vitamin C seperti beri, jeruk, kiwi, dan lain-lain. Jangan lupa mengenal fraktur lebih dekat dengan rajin melakukan metode pemulihan pada fisioterapis bila diperlukan. Selain itu, Anda juga harus menghindari menu makanan yang dilarang untuk penderita fraktur tulang seperti garam, alkohol dan kafein setiap hari. Yuk, lakukan olahraga rutin untuk menjaga massa tulang dan terhindar dari risiko fraktur tulang!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.